Harga Jasa Pembuatan Website Berita 2026: Biaya, Fitur, dan Scope Pekerjaan
18 September 2026|Oleh Ridwan Setiawan

Apakah Domain dan Hosting Sudah Termasuk?
Belum tentu.
Ini salah satu hal yang wajib ditanyakan sebelum menyetujui quotation. Ada vendor yang memasukkan domain dan hosting selama satu tahun. Ada juga vendor yang hanya memberikan jasa pembuatan website, sementara domain dan hosting dibeli secara terpisah.
Jangan hanya bertanya:
“Sudah termasuk hosting?”
Tanyakan lebih lengkap:
-
hosting berapa lama?
-
kapasitasnya berapa?
-
domain apa yang diberikan?
-
bagaimana biaya tahun berikutnya?
-
siapa yang memiliki akses hosting?
-
apakah backup termasuk?
-
apakah SSL termasuk?
Dengan begitu, Anda tidak akan kaget ketika masa paket awal selesai.
Apakah Maintenance Sudah Termasuk?
Website tidak berhenti digunakan setelah selesai dibuat. CMS perlu diperbarui. Keamanan perlu diperhatikan. Backup perlu dilakukan. Bug yang muncul juga mungkin perlu diperbaiki.
Karena itu, beberapa vendor menyediakan maintenance dalam paket mereka, sementara vendor lain mengenakan biaya terpisah.
Misalnya:
Paket A
Website selesai → serah terima → support selesai.
Paket B
Website selesai → serah terima → support 3 bulan.
Paket C
Website selesai → maintenance dan monitoring selama 1 tahun.
Ketiganya bisa sama-sama disebut “jasa pembuatan website berita”, tetapi layanan yang diterima jelas berbeda.
Jadi, selalu tanyakan:
“Setelah website selesai, saya mendapatkan support sampai kapan?”
Bagaimana Cara Membandingkan Harga dari Beberapa Vendor?
Misalnya Anda meminta quotation kepada tiga vendor.
Hasilnya:
| Vendor | Harga |
|---|---|
| Vendor A | Rp2.500.000 |
| Vendor B | Rp5.000.000 |
| Vendor C | Rp9.000.000 |
Sekilas Vendor A terlihat paling menarik.Tapi jangan buru-buru.
Coba buka detailnya.
| Komponen | Vendor A | Vendor B | Vendor C |
|---|---|---|---|
| Desain | Template | Semi custom | Custom |
| CMS | Basic | Multi-user | Custom |
| SEO | Dasar | On-page | Technical SEO |
| Migrasi | Tidak | Terbatas | Termasuk |
| Hosting | 1 tahun | 1 tahun | Sesuai kebutuhan |
| Training | Tidak | Ada | Ada |
| Maintenance | Tidak | 3 bulan | 1 tahun |
Sekarang perbandingannya menjadi lebih masuk akal.
Vendor C memang lebih mahal. Tetapi scope-nya juga berbeda.
Sebaliknya, kalau kebutuhan Anda hanya website berita sederhana, belum tentu Anda membutuhkan seluruh fitur pada paket C.
Jadi, harga harus dibaca bersama scope pekerjaannya.
Bukan berdiri sendiri.
Jangan Hanya Bertanya "Berapa Harganya?"
Ketika menghubungi vendor, pertanyaan seperti:
“Berapa harga website berita?”
memang mudah dijawab.
Tetapi jawabannya belum tentu membantu Anda.
Lebih baik berikan informasi seperti:
Saya membutuhkan website berita untuk media lokal, dikelola oleh 5 penulis dan 2 editor, memiliki sekitar 10 kategori, membutuhkan fitur iklan, SEO dasar, dan akan dimulai dari sekitar 1.000 artikel.
Dengan informasi seperti itu, vendor dapat memahami kebutuhan Anda. Harga yang diberikan pun biasanya lebih masuk akal karena berdasarkan scope yang jelas.
Kalau Anda belum tahu fitur apa saja yang dibutuhkan, Anda juga bisa mulai dari menentukan jenis dan kebutuhan website berita terlebih dahulu sebelum meminta quotation.
Apakah Harga Murah Berarti Jelek?
Tidak selalu.
Website murah bisa saja memang sesuai untuk kebutuhan sederhana. Misalnya Anda baru ingin memulai media lokal dan belum membutuhkan sistem yang rumit. Dalam kondisi tersebut, menggunakan paket sederhana bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Masalahnya muncul ketika Anda membeli paket murah tetapi ternyata kebutuhan Anda jauh lebih besar.
Misalnya website akan dikelola oleh 20 penulis, memiliki ribuan artikel lama, membutuhkan sistem iklan, dan diperkirakan mendapatkan traffic tinggi.
Kalau sejak awal hanya menggunakan paket yang sangat sederhana, kemungkinan besar Anda akan membutuhkan pengembangan tambahan di kemudian hari.
Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan:
“Mana yang paling murah?”
Tetapi:
“Mana yang scope-nya paling sesuai dengan kebutuhan saya?”
Checklist Sebelum Memilih Jasa Pembuatan Website Berita
Sebelum deal dengan vendor, coba cek beberapa hal berikut.
Tentang website
-
Apakah desain template atau custom?
-
Apakah responsive?
-
Apakah CMS termasuk?
-
Apakah bisa dikelola beberapa penulis?
-
Apakah ada fitur kategori dan tag?
-
Apakah ada pencarian?
-
Apakah ada fitur iklan?
Tentang SEO
-
Apakah URL dibuat dengan baik?
-
Apakah sitemap tersedia?
-
Apakah struktur artikel sudah diperhatikan?
-
Apakah canonical tersedia?
-
Apakah structured data digunakan?
-
Apakah gambar dioptimasi?
-
Apakah website dapat dihubungkan dengan Google Search Console?
Tentang hosting
-
Hosting apa yang digunakan?
-
Berapa kapasitasnya?
-
Apakah SSL termasuk?
-
Apakah backup tersedia?
-
Berapa biaya perpanjangan?
-
Apakah ada batasan traffic?
Kalau punya website lama
-
Apakah artikel lama bisa dimigrasikan?
-
Apakah gambar ikut dipindahkan?
-
Apakah URL lama bisa dipertahankan?
-
Apakah redirect disiapkan?
-
Apakah struktur SEO lama diperiksa?
Setelah website selesai
-
Apakah ada training?
-
Berapa lama support?
-
Apakah ada garansi?
-
Apakah maintenance tersedia?
-
Siapa pemilik domain?
-
Siapa pemilik hosting?
-
Apakah source code diserahkan?
Kalau sebagian besar pertanyaan tersebut belum terjawab, sebaiknya jangan buru-buru membandingkan harga.
Pastikan scope-nya jelas terlebih dahulu.
